Berziarah ke makam sanak keluarga atau kerabat memang menjadi momen mengharukan sekaligus pengingat kita akan kematian. Jangan sampai momen ini menjadikan kita berdosa lantaran tidak mengetahui aturan dan adab saat berziarah kubur. Berikut ini adab ziarah kubur yang wajib Anda ketahui sebelum berziarah kubur:

1. Duduk di Atas Kuburan dan Menginjaknya
Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam: “Janganlah kalian shalat (memohon) kepada kuburan dan janganlah kalian duduk di atasnya.” (HR. Muslim)

2. Tawaf Sekeliling Kuburan
Tawaf sekeliling kuburan dengan niat untuk ber-taqarrub (ibadah). Karena tawaf hanyalah dilakukan di sekeliling Kabah. Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah, Kabah).” (AI-Hajj:29)

3. Membaca Al-Qur’an di Kuburan
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan berlari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim).

Hadits ini mengisyaratkan bahwa kuburan bukanlah tempat membaca Al-Quran. Berbeda halnya dengan rumah. Adapun hadits-hadits tentang membaca Al-Quran di kuburan adalah tidak shahih.

4. Meminta Pertolongan Kepada Mayit
Meskipun dia seorang nabi atau wali, sebab itu termasuk syirik besar. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim.” (Yunus: l06). Zhalim dalam ayat ini berarti musyrik.

5. Meletakkan Karangan Bunga atau Menaburkannya di Atas Kuburan Mayit
Karena hal itu menyerupai perbuatan orang-orang Nasrani, serta membuang-buang harta dengan tiada guna. Seandainya saja uang yang dibelanjakan untuk membeli karangan bunga itu disedekahkan kepada orang-orang fakir miskin dengan niat untuk si mayit. Niscaya akan bermanfaat untuknya dan untuk orang-orang fakir miskin yang justru sangat membutuhkan uluran bantuan tersebut.

6. Membangun di Atas Kuburan atau Menulis Sesuatu dari Al-Quran atau Syair di Atasnya
Sebab hal itu dilarang, “Beliau Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang mengapur kuburan dan membangun di atas-nya.” Cukup meletakkan sebuah batu setinggi satu jengkal, untuk menandai kuburan. Dan itu sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ketika meletakkan sebuah batu di atas kubur Utsman bin Mazh’un, lantas beliau bersabda, “Aku memberikan tanda di atas kubur saudaraku.” (HR. Abu Daud, dengan Sanad Hasan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.