Tahukah Anda, jika masih banyak umat Muslim yang percaya bahwa tidak boleh melakukan hal
penting di bulan Safar, seperti pernikahan, berdagang, ataupun perjalanan jauh karena dianggap
akan menimbulkan musibah atau kesialan? Merujuk pada asal-usul kata ‘safar’ yang berarti kosong
atau juga salah satu penyakit perut yang mematikan pada zaman arab jahiliyah dulu, bulan Safar
kemudian diyakini sebagai bulan yang perlu diwaspadai. Dalam Islam, hal-hal seperti ini termasuk
khurafat atau penyimpangan akidah. Jika kesialan atau hal buruk terjadi, sesungguhnya itu adalah
takdir yang terjadi atas seizin Allah.

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa
yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. At-Taghabun: 11)

“Tidak ada penularan penyakit, tidak diperbolehkan meramalkan adanya hal-hal buruk, tidak boleh
berprasangka buruk, dan tidak ada keburukan dalam bulan Safar.” (HR. Bukhari & Muslim)