Waktu paling dinanti dalam satu hari ketika sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan adalah datangnya waktu berbuka. Karena tidak sabarnya ingin segera berbuka, banyak hal yang kita lewatkan untuk melakukan adab-adab atau tata cara ketika berbuka puasa seperti apa yang pernah dilakukan oleh  Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa ssalam.  Padahal sesungguhnya dalam waktu berbuka inilah ada adab-adab berbuka puasa yang jika dilakukan dapat membawa keberkahan serta kebaikan pada diri kita masing-masing. Berikut adab-adab berbuka puasa sesuai sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

  1. Menyegarakan Berbuka Puasa

Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari No. 1957 & Muslim No. 1098)

Ketika matahari sudah tenggelam atau ditandai dengan berkumandangnya azan Maghrib, hendaknya segeralah berbuka tanpa perlu menunggu azan hingga selesai maupun selesai shalat Magrib. Karena seperti apa yang dilakukan oleh Rasulullah, beliau biasa berbuka puasa sebelum menunaikan ibadah shalat Maghrib dan tidak menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan.

  1. Berbuka dengan Kurma atau Seteguk Air

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anha berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِن لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air. (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih).

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tersebut hendaklah berbuka dengan kurma basah, jika tidak ada kurma basah, dengan kurma kering. Jika tidak ada keduanya, bisa  digantikan dengan makanan yang manis-manis sebagai pemulih energi setelah sehari menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Namun bila diantara pilihan ketiga tersebut tidak ada, cukup dengan seteguk air sudah mengikuti adab-adab berbuka puasa yang baik.

  1. Sebelum Berbuka Membaca Bismillah dan Berdoa Ketika Berbuka Puasa

Dari Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca bismillah). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih).

Sebagaimana dikatakan oleh hadits tersebut, ketika akan membatalkan puasa, hendaknya sebelum memakan makana­n berbuka mengucapkan bismillah. Baru kemudian menyantap makanan berbuka. Setelah selesai tidak lupa untuk berdoa seperti apa yang dikatakan Umar radhiyallahu ‘anhuma tentang doa yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ketika telah selesai berbuka puasa:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ketika telah berbuka mengucapkan: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya rasa haus telah hilang dan urat – urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah).” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan).

  1. Memanjatkan Doa Secara Umum Ketika Berbuka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzolimi.” ( HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih)

Ketika berbuka puasa adalah salah satu waktu mustajabnya doa. Jadi jangan sampai kita melewatkan untuk berdoa kepada Allah SWT.

Selain adab-adab berbuka puasa yang dapat membawa keberkahan serta kebaikan, terdapat amalan-amalan ketika berbuka puasa yang juga membawa pahala bagi setiap umat yang melakukannya:

  1. Memberi Makanan Berbuka Kepada Orang yang Puasa

Jika kita diberkahi rizki yang lebih oleh Allah SWT, manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk banyak bersedekah. Salah satu hal sederhana namun membawa pahala yang besar adalah memberi makanan berbuka kepada orang yang puasa, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya adalah pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)

  1. Mendoakan Orang yang Memberi Kita Makanan Berbuka

Sudah sepatutnya jika menerima kebaikan dari seseorang, kita hendaknya berusaha untuk membalas kebaikan tersebut. Sama halnya jika ada seseorang yang memberi kita makanan berbuka, balaslah dengan hal yang sama. Namun jika tidak mampu membalas kebaikan dengan hal yang sama maka hendaknya kita mendoakannya.

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

“Barangsiapa yang memberikan kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untu membalas kebaikannya, maka doakanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.