Islam telah mengatur berbagai etika dalam setiap urusan manusia seperti halnya bertamu. Dalam era modern saat ini, ada beberapa aturan dan etika yang telah banyak ditinggali. Berikut ini etika bertamu yang dianjurkan menurut Islam:

1. Meminta Izin Masuk Maksimal Sebanyak Tiga Kali
Dalam bertamu ke rumah seseorang baik keluarga ataupun kerabat, diwajibkan memberikan salam dan meminta izin masuk. Apabila sang pemilik rumah belum membukakan pintu atau mengizinkan, ada baiknya jangan langsung masuk ke dalam rumah. Hal ini karena ditakutkan sang pemilik rumah belum sempat menutupi hal yang tidak diinginkan untuk dilihat oleh tamu.

“Jika kamu tidak menemui seorang pun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS An Nur:28)

Hadist riwayat Abu Musa Al-Asy’ary ra, dia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Berpakaian Rapi dan Pantas
Sebelum berkunjung ke rumah seseorang, ada baiknya menggunakan pakaian rapi dan pantas untuk menghormati diri sendiri dan sang pemilik rumah.

3. Memberi Isyarat dan Salam Ketika Datang
Satu lagi etika bertamu menurut Islam adalah harus meminta izin atau salam ketika datang.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat”. (QS. An Nur:27)

Sebagaimana juga terdapat dalam hadits dari Kildah ibn Al-Hambal radhiallahu’anhu, ia berkata “Aku mendatangi Rasulullah lalu aku masuk ke rumahnya tanpa mengucap salam. Maka Rasulullah bersabda, ‘Keluar dan ulangi lagi dengan mengucapkan ‘assalamualaikum’, boleh aku masuk?'”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi berkata: Hadist Hasan)

4. Jangan Mengintip ke Dalam Rumah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencela perbuatan ini dan memberi ancaman kepada siapa saja yang mengintip ke rumah seseorang saat hendak bertamu.

“Dari Sahal bin Saad ia berkata: Ada seorang lelaki mengintip dari sebuh lubang pintu rumah Rasulullah SAW dan pada waktu itu beliau sedang menyisir rambutnya. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Jika aku tahu engkau mengintip, niscaya aku colok matamu. Sesungguhnya Allah memerintahkanuntuk meminta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata.” (HR. Bukhari)

5. Memperkenalkan Diri Sebelum Masuk
Saat bertamu hendaknya kamu memperkenalkan diri secara jelas ketika tuan rumah bertanya terutama saat malam hari.

6. Tamu Lelaki Dilarang Masuk ke Dalam Rumah Apabila Tuan Rumah Hanya Seorang Wanita
Dalam hal ini, apabila tuan rumah seorang perempuan dalam keadaan seorang diri di rumah. Tidak diperkenankan mempersilahkan tamu laki-laki untuk masuk ke dalam rumah. Cukup diluar rumah saja dan ditanyakan apa maksud kedatangannya.

7. Masuk dan Duduk dengan Sopan
Setelah tuan rumah mempersilahkan untuk masuk, hendaknya tamu masuk dan duduk dengan sopan di tempat duduk yang telah disediakan. Tamu hendaknya membatasi diri, tidak memandang kemana-mana secara bebas. Pandangan yang tidak dibatasi (terutama bagi tamu asing) dapat menimbulkan kecurigaan bagi tuan rumah.

8. Menerima Jamuan Tuan Rumah dengan Senang Hati
Apabila tuan rumah memberikan jamuan, hendaknya tamu menerima jamuan tersebut dengan senang hati, tidak menampakkan sikap tidak senang terhadap jamuan itu. Jika sekiranya tidak suka dengan jamuan tersebut, sebaiknya berterus terang bahwa dirinya tidak terbiasa menikmati makanan atau minuman seperti itu.

9. Makanlah dengan Tangan Kanan, Ambilah yang Terdekat dan Jangan Memilih
Islam telah memberi tuntunan bahwa makan dan minum hendaknya dilakukan dengan tangan kanan. Tidak sopan dengan tangan kiri (kecuali tangan kanan berhalangan). Cara seperti ini tidak hanya dilakukan saat bertamu saja.

10. Bersihkan Piring, Jangan Biarkan Sisa Makanan Berceceran
Tamu yang menggunakan piring untuk menikmati hidangan tuan rumah, hendaknya piring tersebut bersih dari sisa makanan.

11. Segeralah Pulang Setelah Selesai Urusan
Kesempatan bertamu dapat digunakan untuk membicarakan berbagai permasalahan hidup. Namun demikian, pembicaraan harus dibatasi tentang permasalahan yang penting saja, sesuai tujuan berkunjung.

12. Lama Waktu Bertamu Maksimal Tiga Hari Tiga Malam
Terhadap tamu yang jauh tempat tinggalnya, Islam memberi kelonggaran bertamu selama tiga hari tiga malam. Waktu tersebut dikatakan sebagai hak bertamu. Setelah waktu itu berlalu maka habislah hak untuk bertamu kecuali jika tuan rumah menghendakinya. Dengan pembatasan waktu tiga hari tiga malam itu, beban tuan rumah tidak telampau berat dalam menjamu tamunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.